Posts

Tips Biar Gaji Nggak cepet Abis

Riset 2020 LPEM FEB UI mengungkap rata-rata pengeluaran bulanan masyarakat sebelum dan saat pandemi di Tokopedia meningkat 71%. Pada sisi lain, kondisi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian menuntut masyarakat lebih jeli dalam mengelola keuangan. AVP of Payment Tokopedia, Astrid Theresia Tampubolon juga mengatakan mengelola penghasilan dengan bijaksana juga sangat penting. Ia pun membagikan tips untuk mengelola gaji agar tak cepat habis. "Mengelola penghasilan dengan bijaksana sangat penting agar setiap bulan ada dana yang dialokasikan untuk kebutuhan mendadak, terutama di tengah situasi tidak pasti seperti saat pandemi ini. Berikut tips biar gaji tidak langsung habis. 1. Catat Semua Pengeluaran Cara pertama yaitu dengan rutin mencatat pengeluaran. Langkah ini akan membantu memonitor keluar masuk dana. Hal ini membantu kamu mengevaluasi dan mengeliminasi pengeluaran yang tidak perlu ke depannya. 2. Atur Prioritas Kebutuhan Mengatur keuangan bulanan penting dilakukan agar gaji y...

Lakukan Hal Ini Agar Pensiun Bahagia

Apa yang muncul di benak mu ketika mendengar kata pensiun? Tidak lagi bekerja dan memiliki penghasilan, atau justru masa untuk menikmati hasil kerja keras selama usia produktif yang mungkin karena keterbatasan waktu tidak dapat dilakukan, seperti mengerjakan hobi, melakukan aktivitas sosial keagamaan, atau jalan-jalan? Setiap orang, suka atau tidak suka akan mengalami usia pensiun dan tidak lagi bekerja serta menerima penghasilan seperti layaknya saat usia produktif. Meskipun, bisa jadi, dalam beberapa kasus, jika keahlian yang kamu miliki sangat mumpuni, ada kemungkinan tetap dipekerjakan meski sudah masuk usia pensiun. Tapi, walaupun begitu, kondisi fisik yang menua menjadikan gerak tubuh tak seluwes saat usia muda, sehingga mau tidak mau, akan terjadi pengurangan kegiatan dibandingkan saat sebelum pensiun. Meskipun telah pensiun dan tidak lagi mendapat penghasilan, kebutuhan hidup tidak lantas berhenti, pengeluaran akan terus berjalan. Nah, saat masa itu tiba, saatnya menggunakan da...

Cara Cek Kesehatan Finansial di Akhir Tahun

Tidak lama lagi tahun 2021 akan berakhir dan bersiap menyambut 2022. Menyambut pergantian tahun, ada banyak hal yang perlu dievaluasi dalam kehidupan, tak terkecuali soal manajemen keuangan. Nah, jika kesehatan bisa dievaluasi melalui Medical Check-up maka keuangan pun juga memiliki metode evaluasinya sendiri. Financial Check-up atau pemeriksaan keuangan merupakan pemeriksaan secara menyeluruh yang dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi keuangan sehat atau tidak. Lewat Financial Check-up, kamu juga akan mengetahui hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kondisi keuangan di masa yang akan datang. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan dan diperiksa dalam Financial Check-up? Berikut penjelasannya. 1. Membuat Neraca Kekayaan & Hutang Bukan hanya perusahaan yang perlu membuat laporan neraca di akhir tahun, kamu pun perlu mengetahui kondisi neraca keuangan kamu sendiri. Kekayaan terdiri dari kekayaan berupa properti, saham, kendaraan, tabungan, deposito, emas, reksadana, dan l...

Cara Bijak Mengelola Bonus Tahunan

Bonus akhir tahun merupakan 'hadiah' idaman bagi para pekerja yang telah berdedikasi pada perusahaan. Cairnya bonus akhir tahun membuat pekerja bisa merealisasikan rencana dan keinginan yang telah disusun, mungkin sejak awal tahun. Tak dapat dipungkiri, saat uang sudah di tangan, dorongan untuk memenuhi keinginan akan sangat tinggi. Itulah sebabnya kamu harus pintar mengelola uang bonus, agar tak ludes tanpa jejak dan berujung penyesalan. Supaya bonus tahunan lebih bermanfaat, sebaiknya buat skala prioritas untuk mengalokasikan uang tersebut. Berikut ini, beberapa item yang sebaiknya dimasukkan dalam daftar alokasi uang bonus akhir tahun, dikutip dari Forbes. 1. Pelunasan Hutang Bonus akhir tahun bisa kamu manfaatkan untuk melunasi cicilan agar tak membebani di kemudian hari. Adapun cicilan yang sebaiknya dilunasi dengan uang bonus, yakni hutang konsumtif berupa kredit tanpa agunan (KTA) atau pinjaman pada kolega. Berbeda halnya dengan hutang produktif seperti KPR atau kredit k...

Resolusi Tahun Baru Biar Keuangan Makin Kinclong (1)

Menjelang pergantian tahun, satu hal yang biasanya dilakukan adalah membuat resolusi atau rencana masa depan yang berisikan sejumlah perbaikan diri untuk dilakukan. Finansial merupakan salah satu aspek dalam kehidupan yang biasanya menjadi prioritas dalam menyusun resolusi, karena setiap orang pasti ingin memiliki kondisi keuangan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2021 hanya tinggal tersisa beberapa hari lagi, ada baiknya kamu mulai menyusun resolusi keuangan, agar di tahun baru 2022 dapat langsung melaksanakan apa yang sudah direncanakan saat ini atau langsung tancap gas. Resolusi keuangan yang dapat diterapkan di 2022: 1. Memiliki Dana Darurat Pandemi memberikan pelajaran bahwa resiko berkurangnya pendapatan, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan pendapatan berhenti sama sekali, dapat terjadi kapan saja tanpa di duga sebelumnya. Dengan adanya risiko berkurangnya penghasilan hingga berhentinya sumber pendapatan yang dapat terjadi kapan saja, maka me...

MANTUL...!!! Sudah 3 Tahun Berturut-turut Indonesia Tidak Impor Beras

Perum BULOG melaporkan hingga akhir 2021 telah mengamankan harga gabah beras di tingkat petani dengan menyerap beras petani yang mencapai angka 1,2 juta ton. Direktur Utama Perum Buloh Budi Waseso alias Buwas memastikan dengan penyarapan itu pemerintah berhasil tidak impor beras selama 2021 ini. Selain itu pencapaian tersebut merupakan pencapaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya. Lalu dipastikan juga, selama 3 tahun berturut-turut pemerintah berhasil tidak impor beras. "Keberhasilan kita dalam melakukan penyerapan beras dalam negeri tahun ini merupakan hasil kerja keras jaringan BULOG di seluruh Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi Covid-19 dan juga mempertahankan prestasi pemerintah untuk tidak impor beras selama 3 tahun terakhir" kata Buwas, dalam konferensi pers, di kantor Perum Bulog Rabu (27/12/2021) Selain menjaga stabilitas harg...

Kasus Perceraian di Brebes Terbanyak ke 2 se-Jateng Pada 2021

Tahun  2021 ini, angka kasus perceraian di Kabupaten Brebes terbanyak ke dua se Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Data dari Pengadilan Agama (PA) Brebes, tahun ini dari periode Januari hingga 24 Desember 2021 ada 5.459 perkara kasus perceraian yang ditangani. Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Brebes melalui Humas Nursidik mengatakan, jumlah perkara perceraian yang ditangani oleh PA Brebes mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu pada periode Januari-Desember 2020 mencapai 5.382 perkara. “Kalau dibandingkan tahun lalu, perkara perceraian yang ditangani di PA Brebes mengalami kenaikan. Dan tahun ini, perkara perceraian di Kabupaten Brebes terbanyak kedua se Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya, Senin (27/12). Dijelaskannya, 5.459 perkara yang ditangani PA Brebes hingga Jumat (24/12) belum ditambah dengan sisa perkara tahun lalu yang mencapai 381 perkara. Dengan begitu, 2021 (periode Januari s/d 24 Des 2021) perkara yang ditangani PA Brebes berjumlah 5.840 perkara. “Dari ...